cover landing

Love Assignment

By Silvi Yuliani


Andari berjalan tergesa-gesa menuju indekosnya di saat gemuruh petir terdengar di telinganya dan awan-awan hitam menyelimuti langit. Dia yakin hujan segera turun. Letak indekos yang ia tempati selama setahun terakhir itu berada di gang perkampungan dan jauh dari jalan raya sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk sampai di tempat itu. 

Andari mengelus dadanya karena hujan turun tepat saat ia masuk ke pekarangan indekos. Kamar yang ia tempati ada di lantai dua. Dia mengambil kunci pintu kamarnya yang bernomor 12 dari dalam ransel merah yang khusus dibawa untuk menyimpan segala barang penunjang masa perkuliahannya.

Setelah masuk ke kamar dan mengunci pintu, Andari melemparkan ransel dan tubuhnya ke kasur. Tangan kanannya meraba-raba ke ransel untuk mengambil handphone-nya. Benda pipih itu ia nyalakan lalu menekan aplikasi Twitter. Satu postingan dari salah satu following Andari, menarik perhatiannya.


[Halo! Mau kerjain tugas, tetapi susah atau enggak ada waktu? Sini joki tugas ke aku aja!] 

[Jawab soal pilihan ganda atau uraian Matematika & Bahasa Inggris SD - Kuliah.]

[Pembuatan esai, laporan praktikum, makalah, Power Point, proposal, karya ilmiah, dan skripsi.]

[Harga mulai dari lima ribu aja!]

[Testimoni ada 100+ dan bisa cek di hashtag #testiakubantutugasmu ya! Untuk pemesanan, langsung DM atau tekan yang ada di bio profil akun ini!]

[#zonauang #zonajajan #jokitugas #jokitugasmurah]


Andari menekan foto profil akun tersebut. Akun itu mengikuti akunnya dengan username @akubantutugasmu. Rasanya Andari tidak pernah mengikuti akun itu, atau mungkin dulu dia pernah asal follow akun, atau sebenarnya akun yang dia kenal mengganti username-nya dan mengalihkan penggunaannya untuk media berbisnis. Andari menutup aplikasi Twitter lalu menyimpan handphone-nya di meja belajar.

Baru saja mengambil handuk dan akan membuka pintu kamar mandi, handphone Andari bergetar. Layar dari benda pipih itu menampilkan notifikasi telepon WhatsApp dari sepupunya, Farel. Andari menggeser simbol berwarna hijau ke atas lalu menempelkan handphone-nya di daun telinga kanannya.

“Puspa lo sibuk kagak? Bantu gue dong.”

Mendengar nama panggilan nama itu, Andari berdecak sebal. Entah kenapa dia kurang suka dipanggil dengan nama itu. 

Lantas Andari menyahut, “Gue baru sampai di indekos. Ada apa?” 

"Bantu gue kerjain tugas laporan, please! Deadline-nya tiga jam lagi."

Andari menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. "Ogah. Kerjain sendirilah!"

"Gue selama tiga jam itu ada pertandingan Mobile Legends."

Sudah Andari duga, pasti itu alasan Farel. Andari pun menjawab, "Gue tanya, lebih penting kuliah atau main game?"

Terdengar Farel berdecak. "Gue masuk ke babak final. Gue enggak bisa ninggalin kesempatan buat dapat duit sepuluh juta!"

Andari dan anak sulung dari adik laki-laki ibunya itu hanya berselisih umur satu tahun, tetapi mereka masuk sekolah di tahun yang sama. Walaupun tidak akrab, Andari cukup mengenal Farel karena mereka sekolah di sekolah yang sama saat SMP sampai SMA. Sepupunya itu sangat cinta dalam menggeluti dunia e-sports semenjak di bangku SMA.

"Mau, ya, Ri?"

"Enggak mau! Gue capek!" Andari menekan tombol berwarna merah di ujung kanan layar handphone-nya dan sambungan telepon pun berakhir.

Langkah kaki Andari mendekati galon yang terletak di atas meja di samping pintu kamarnya dengan tangan kiri memegang handphone-nya. Ia mengambil gelas plastik dan menaruhnya di bawah pompa galon elektrik yang terpasang pada bagian atas galon. Kemudian Andari menekan pompa itu sehingga air dari galon masuk ke gelasnya.

Handphone Andari kembali bergetar saat akan meletakkan gelas di samping galon setelah air di dalamnya ia habiskan dalam sekali teguk. Kali ini Farel mengirimkan chat WhatsApp kepadanya.


Farel: [Ri, gue bayar deh. Dua ratus ribu cukup?]

Puspandari: [Lo bercanda?]

Farel: [Gampang kok. Gue serius. Gue transfer setengahnya dulu]


Dalam waktu satu menit, Andari menerima notifikasi dari aplikasi mobile banking yang memberi tahu bahwa uang sebesar Rp100.000,00 masuk ke saldo rekeningnya. Kemudian Andari mengirimkan pesan balasan ke Farel.


Puspandari: [Eh, buset. Gue belum bilang mau kerjain tugas lo, ya!] 

Farel: [Lo buat dua laporan praktikum dari dua video yang akan gue kirim]


Dua file berupa video Andari terima dari Farel, disusul kiriman satu file dokumen dengan judul 'Format Laporan Tugas'.


Farel: [Video-videonya udah ada? File format tugas laporannya juga?]

Puspandari: [Udah]


Andari membuka sebentar dua video yang selesai diunduh untuk mengecek masing-masing durasinya. Setelah itu, ia membuka file dokumen yang berisi berbagai kata dan kalimat dalam dua halaman. Ia pun kembali mengirim pesan balasan.


Puspandari: [Gini doang, Rel? Ini diketik bukan ditulis?]

Farel: [Hooh. Gue off dulu, ya! Makasih, lho, udah mau kerjain tugas gue. Doain biar gue menang :)]


Andari meletakkan kembali handphone-nya di meja belajar. Kemudian dia ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sesudah itu, dia memakai piyama, Andari duduk di kursi belajar dan membuka laptopnya yang diletakkan di meja belajarnya. Ia membuka website WhatsApp untuk mengunduh lagi file-file yang Farel kirim lalu mulai menekan-nekan keyboard laptop pada halaman laporan sambil menonton video-video praktikum berulang kali.

Ditemani hujan yang tak kunjung berhenti, Andari berhasil menyelesaikan tugas Farel dalam waktu tiga jam. Ia cukup kesulitan dalam membuat laporan praktikum jurusan Teknik Sipil itu karena Andari sendiri bukan dari jurusan teknik. Setelah mengirimkan dua file laporan, Andari bangkit dari kursi lalu mengambil panci listrik dan air untuk memasak mi instan.

Lima belas menit kemudian seraya makan mi dalam mangkuk, Andari sesekali mengecek layar handphone-nya untuk menunggu balasan dari Farel karena sepupunya itu hanya membaca pesannya saja. Ia pun mengirimkan pesan lagi.


Puspandari: [Jangan di-read doang woy!]

Puspandari: [Awas aja lo enggak transfer sisa uangnya! Gue bakal laporin ke bokap lo kalau lo bohong belum berhenti main Mobile Legends!]


Lima menit kemudian, notifikasi saldo masuk dari aplikasi mobile banking, Andari menerima dengan nominal uang Rp100.000,00.

"Enak juga, ya, dapat uang cuma kerjain tugas orang?" gumam Andari dengan senyuman lebar saat ia menatap saldo rekeningnya.


Farel: [Sabar, Ri. Gue tadi lagi ngobrol sama para juri]

Farel: [Duitnya udah gue transfer! Awas aja lo kalau mengadu ke bokap gue!]

Puspandari: [Gue bercanda haha. Thanks uangnya! Menang enggak?]


Farel mengirimkan foto ke Andari saat laki-laki itu memegang sebuah kertas berbentuk persegi panjang bertuliskan 'Juara 1' dan kalimat berisi nominal uang yang didapatkan, yaitu Rp10.000.000,00 beserta piala kecil berwarna keemasan. Andari ikut senang melihatnya.

Keesokkan harinya, Andari terkejut saat bangun tidur ia menerima pesan WhatsApp bertubi-tubi dari nomor-nomor yang tak ia kenal. Rata-rata isi pesan tersebut meminta Andari untuk mengerjakan berbagai tugas dan menanyakan fee-nya. Andari men-screenshot beberapa chat dari nomor-nomor tersebut dan mengirimkannya ke Farel.

Andari langsung menggeser tombol hijau ke atas ketika Farel menelepon lewat WhatsApp.

"Itu teman-teman gue, Ri. Gue rekomendasikan lo buat kerjain tugas mereka, mereka mau bayar kok. Lumayan buat tambahan uang jajan, Ri."

Andari bergeming dengan posisi masih duduk di pinggir kasurnya.

"By the way, laporan-laporan semalem gue dapat nilai A. Thanks, Ri!"