cover book

Bab 1

Buku: Boss Kampret

PROLOG

 

“Buatkan saya kopi. Ingat tidak boleh terlalu manis, soalnya saya sudah manis.”

“Baik, Pak.”

“Belikan saya makan siang, tidak boleh ada sayuran di dalamnya, dua puluh menit kamu harus kembali!”

“Baik, Pak.”

“Bawakan jas saya. Saya sedang capek!”

“Baik, Pak.”

“Temani saya tidur siang. Kamu tidak boleh pergi sebelum saya bangun!”

“Baik, Pak.”

“Belikan saya kue cokelat, saya ingin—“

“Maaf, Pak. Saya di sini bekerja sebagai desainer bukan office girl.”

Sehun menatap perempuan di depannya dengan kening berkerut. Sementara sang lawan bicara sedang berusaha menahan luapan emosinya. Dapat dilihat dari postur berdirinya yang sudah tegang, bisa saja Yeriana melemparkan meja kerja Sehun pada wajahnya yang tampan.

“Lalu?”

“Tugas saya adalah mendesain rancangan pakaian baru untuk dijadikan koleksi Caldevn’s,” ujar Yeriana sesopan mungkin.

“Jadi kamu menolak perintah saya?” Sehun mengangkat satu alisnya, tubuhnya menyandar pada kursi dengan tangan terlipat di dada.

“Karena itu bukan pekerjaan saya.”

Sehun menatap tajam Yeriana, bisa-bisanya perempuan itu menolak perintahnya, yang selaku pemilik perusahaan ini. Mencari masalah memang, tapi jika dibiarkan saja Sehun akan semakin menjadi menyuruhnya di luar konteks pekerjaan. Yeriana tidak mungkin menuruti perintah Sehun, ia kira Sehun menyuruhnya menghadap pria itu untuk membicarakan ide rancangan terbaru Caldevn’s, tetapi Sehun malah menyuruhnya ini-itu, pria itu pikir ia tukang suruh apa?

“Baik kalau mau kamu seperti itu. mulai hari ini kamu, saya pecat!”

Tarik napas, lalu embuskan.

Tarik napas lagi, kemudian embuskan lewat mulut, agar dada merasa lega.

“Serius, Pak?!”

Sehun mengangguk. Bukannya merasa sedih karena dipecat, Yeriana malah tersenyum lebar, matanya berbinar senang. Wow, akhirnya datang juga kesempatan keluar dari perusahaan ini.

“Kenapa kamu sesenang itu?” tanya Sehun heran. Yeriana tidak menunjukkan wajah sedih atau wajah memelas. Perempuan yang selalu Sehun jahili itu malah bersorak kegirangan.

“Akhirnya saya bisa mencari pekerjaan baru!”

Sehun mendengkus tidak suka. Jangan merasa senang dulu, Sehun mempunya sebuah kejutan yang lain.

“Kamu saya pecat, tapi saya jadikan asisten saya di rumah, jadi istri saya,” tukas Sehun ringan dengan seringaian kecil. Senyum dan kesenangan Yeriana hilang seketika.

Bekerja di sini saja Yeriana sudah tersiksa lahir batin. Bagaimana jadi istrinya? Dasar lontong Arab!

“Pak, kenapa saya tidak dijadikan dukun santet saja, Pak?”

 

1

 

Kenapa yang sudah tua tidak mau mengalah dengan yang muda? Kenapa yang mempunyai uang suka seenaknya? Kenapa seseorang yang berlabelkan bos senang membuat kesal setengah mati?

Yeriana sudah telanjur merasa kesal, darah tinggi, rasanya ingin mencekik seseorang, tapi inginnya manusia yang sudah membuatnya kesal. Bodo amat, mau  Sehun pemilik perusahaan ini. Bodo amat! Sehun itu tampan seperti artis sinetron, tapi kelakuannya satu-dua dengan pasien rumah sakit jiwa. Lagi pula, si Amat tidak mengenal Sehun, memang Yeriana peduli?

Oke. Cukup sudah melanturnya, sekarang Yeriana harus kembali menyelesaikan pekerjaannya, sebelum Mak lampir Irene berkoar-koar seperti petasan tahun baru. Keep calm, orang cantik banyak yang sayang.

Yeriana melihat jam tangannya, kemudian mendesah berat. Ini sudah lewat jam makan siang, lagi, untuk kesekian kalinya ia melewatkan waktu makan siangnya. Ingin sembunyi-sembunyi memakan roti, tapi ada Seulgi yang duduk di sebelah meja kerjanya.

Ingin lari ke kantin kantor, nanti malah bertemu Mak lampir Irene lagi. Ini semua gara-gara bosnya yang tidak tahu diri itu. Hanya ingin mengancingkan lengan kemejanya harus memanggilnya, belum lagi menyuruh memasangkan dasi yang harus rapi, tidak boleh miring, tidak poleh kepanjangan, juga tidak boleh kependekkan.

Kalau mengancingkan lengan kemeja dan dasi itu mudah. Tapi ucapan bosnya itu, yang membuat Yeriana menarik kencang dasi sampai Sehun sulit bernapas. ada begitu manusia terjahanam spesies Sehun Aldebaran, yang keberadaannya membuat tensi orang naik.

Baru setengah jam Yeriana berkutat dengan pekerjaannya, dari ekor matanya Yeriana melihat Sejeong yang berstatuskan sebagai sekretaris fenomenal Sehun menghampiri meja kerjanya. Jika ada Sejeong di sini pasti ada perintah menyengsarakan untuknya.

“Disuruh ke ruangan Pak Sehun sekarang, tidak boleh banyak tanya.” Sejeong menyampaikan perintah Sehun dan nada ketus. Semua orang satu kantor ini tahu, kalau si bohay Sejeong ini punya rasa special pada Sehun. Tapi sayang, dia tidak mendapatkan balasan.

“Tadi kan sudah.”

“Tapi Pak Sehun ingin bertemu lagi,” ujar Sejeong malas.

Perasaan si bos demen banget ketemu sama gue?

Jangan-jangan Sehun ingin balas dendam gara-gara insiden dasi itu. Kenapa si bos seperti anak SD saja?

Seulgi yang sudah tidak fokus dengan pekerjaannya memperhatikan Yeriana dengan rasa ingin tahu. Anak buahnya lambe-lambe Instagram itu senang sekali ingin tahu urusan orang lain. Seulgi itu mulutnya lebar seperti anaknya ular Anaconda, sekali ngap, gosip yang belum jelas langsung mengalir.

“Lo lagi bisnis online shop yak, sama si bos?” tanya Seulgi.

Online shop kepalanya Sehun bundar. Jika menuruti perintah Sehun terus lama-lama pekerjaannya jadi bahaya. Yeriana sudah susah-susah melamar kerja di sini, bersaing ketat dengan pelamar lain, ternyata dijadikan tukang antar barang dengan si bos.

“Iya, bisnis online shop nuklir original dari Korea Utara, yang dibuat sendiri sama Kim Jong Un. Kalau minat tinggal ikut pre order aja, chat sama gue.”

“Jigongnya Dora, gue tanya benaran malah begitu jawabnya,” umpat Seulgi.

“Udah deh, gue harus ke ruangannya si bos. Kalau lama-lama takut kangen, soalnya udah tegang antenanya si bos.” Yeriana langsung bergegas menuju ruangan Sehun, dari jarak jauh saja sudah tercium bau bakaran hati.

What?!” Seulgi menganga terkejut. Jangan bilang kalau Yeriana itu suka mudik ke ruangan si bos karena ada sesuatu.

Bahaya. Ini sangat berbahaya!

Seburuk-buruknya Seulgi yang doyan nongkrong di lambe Instagram. Tapi ada rekan kerja yang jadi mangsa dinosaurus, Seulgi jadi ikut panas dingin. Gila! Yeriana sudah merasakan siraman hujan si bos yang tampannya mengalahkan Jefri Nichol itu.

Bisa-bisanya Yeriana yang mirip Ayu Ting-ting itu menyalip targetnya.  Pakai mantra apa sih, sampai si bos mau menebar benih tunas togenya?

“Seulaiman, lo kesambet yak?”

Badak terbang jatuh di jamban! Sedang khusyuk bayangin Nanina  si bos dan Yeriana, makhluk tak diundang tapi sering berkeliaran di kantor memang suka sekali mengagetkan orang.

“Temanya lengkuas, kalau sampai kabel jantung gue putus, gue gunting pusaka lo!”

“Abis lo gue panggil-panggil diam aja, yak gue kirain lo kesambet penunggu ruangan ini.” Jaehyun menyengir tanpa dosa. Matanya melirik meja Yeriana yang kosong, kemana gerangan permaisuri hatinya itu? Padahal waktu istirahat sudah habis.

“Adinda Yeriana ke mana, Sul?”

Seulgi mendengkus tidak terima, “emang nama gue Samsul?’

“Kan bapak lo namanya Samsul.”

Somi yang merupakan bagian penghuni ruangan ini tertawa, begitu juga dengan Doyoung dan Taeyong, mana keras pula suaranya. Bisa-bisa Mak lampir Irene dengar terus marah-marah.

“Gue tanya, Yeriana ke mana?”

“Digondol sama kucing,” jawab Somi.

“Hah?” Jaehyun tidak mengerti maksud Somi. Memang Yeriana itu pepes ikan digondol sama kucing?

“Kalau lo tanya Yeriana ke mana, cari aja di ruangannya bos,” ucap Taeyong.

Jaehyun semakin tidak mengerti, “Ada keperluan apa Yeriana ke ruangan si bos?”

“Katanya sih antenanya si bos udah tegang,” sahut Seulgi. Kerutan di dahi Jaehyun semakin bertambah, mereka ini sedang terkena sawan kah? Bicaranya tidak jelas begini. Antena? Memang Yeriana bisa memasang antena?

“Antena apaan sih maksudnya?” Jaehyun menggaruk tengkuknya, ditatapnya satu-satu orang di ruangan ini yang sedang menahan senyum.

“Iya, antena di balik segitiga pria.”

“Monyet sinting!”

Jaehyun menatap horor pada Seulgi. Apa tadi? Jaehyun ingin membuka mulut, tapi suara Mak lampir Irene berteriak nyaring.

“Jaehyun kembali ke ruanganmu!”

***

cabaca-guritaLanjut Baca Gratis disini Download di Play Store