Stuck in your Love

Stuck in your Love

ReeeanaBullton

0

Dentuman suara musik begitu terdengar jelas di telinga seorang pria yang sekarang sedang mengedarkan pandangannya, di sebuah klub ternama Jakarta,  Axelion Calandra Chevalier. Pria yang sekarang sedang menyipitkan matanya akibat sorot lampu diskotik, Axel termasuk artis muda dan juga pengusaha muda terkenal, seharusnya setelah menyelesaikan sebuah syuting ia beristirahat, tetapi tidak untuk hari ini karena dirinya harus menjemput gadis yang belum berada di Apartemen padahal hari sudah terbilang larut. 

Axel kembali berjalan menelusuri sebuah klub yang terbilang luas namun terasa sempit karena banyaknya penghuni. Beberapa kali Axel menghebuskan nafasnya karena banyak sekali orang yang mabuk dan berjalan sempoyongan. 

"Lepas, gue mau pulang bajingan." 

"Lepas!" 

"Dasar bajingan, sialan!" Sumpah serapah keluar dari bibir gadis cantik yang ingin keluar dari kerumunan. 

"Gak usah pegang-pegang gue ya." Ungkap Leyna dan menghindari pria yang sedari tadi mengikutinya.

Bruk! 

Suara seseorang yang terjatuh di belakangnya membuat seorang gadis itu menoleh, Leyna Natalie Walter. Putri semata wayang dari pengusaha sukses sampai di detik ini. Leyna tidak mabuk, dirinya masih sadar dan bisa melihat bahwa ada seseorang pria yang ia kenal bersedekap dada. 

"Siapa yang nyuruh dugem?" Ucap Axel, tentu ucapan Axel itu tidak terlalu jelas karena musik diskotik yang terlalu berisik. 

"Axell, aduhhhh narik lo kekencengan bisa lecet tangan gue." Protes Leyna. 

"Ngapain dugem, lo tau gak ini jam berapa?" Jawab Axel dan berdecak kesal. 

"Kan gue dah chat lo, gue juga gak mabuk kok masih waras." 

"Lo tuh dah stres dari dulu." Jawab Axel yang masih kesal dengan Leyna, padahal Axel sudah melarang gadis itu untuk pergi tetapi Leyna tidak membaca pesan yang ia kirimkan. 

"Ada air putih gak? Tenggorokan gue pahit banget." Ungkap Leyna tidak memperdulikan Axel. 

"Biarin, biar copot sekalian tenggorakan lo." Jawab Axel yang dihiraukan oleh Leyna karena gadis itu lebih memilih memejamkan matanya di banding harus berdebat dengan pria di sampingnya. 

Axel hanya melirik Leyna, jika bukan karena orang tua Leyna mungkin ia akan membiarkan gadis itu, tetapi Axel sudah diberi tanggungjawab oleh Reviano untuk menjaga putrinya. Semenjak lulus dari SMA keduanya memilih untuk menetap bersama, saat itu juga kedua orang tua mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya membuat keduanya memilih hidup sendiri.  Axel sendiri juga langsung masuk kedunia hiburan padahal Sean tidak mengizinkannya. Tidak sampai disitu karena Axel juga harus menjalankan sebuah perusahaan keluarga. 

"Ley, bangun udah sampe." Ucap Axel dan meggoyangkan tubuh Leyna. 

"Gendoongggg!" Jawab Leyna dengan mata terpejam. 

"Gak bisa, capek gue. Cepetan mau gue tinggalin?" 

"Tega?" Jawab Leyna dan membuka matanya, dirinya menatap Axel dengam tajam sebelum membuka pintu mobil dan kembali menutupnya dengan kasar.

Axel hanya menghela nafas, padahal jalanan tidak terlalu ramai karena sudah hampir pagi tetapi rasa lelah di tubuhnya membuat dirinya hanya ingin berbaring dan tidur. 

"Besok-besok dugem lagi aja ya, Ley." 

"Diizinin nih?" Tantang Leyna dengan nada yang mengejek.

"Iya, habis tuh gak usah pulang ikut gue." 

"Halah itu mah biar lo bisa cuddle sama cewek lo kan, biar bebas gak ada gue." Protes Leyna yang membuat Axel berdecak kesal. 

Sebenarnya Leyna juga mempunyai pekerjaan yaitu memimpin perusahaan Reviano, tetapi karena gadis itu baru saja lulus kuliah membuat Reviano belum bisa mempercayai Leyna dan menyuruh Leyna untuk bekerja dengan Axel, menjadi sekretaris Axel untuk sementara waktu. 

"Besok habis ngantor ada pertemuan keluarga." Ucap Axel dengan tiba-tiba saat keduanya sudah masuk kedalam Apartemen. 

"Serius? Kok Mama gak bilang sih sama gue." 

"Males kali ngomong sama lo." 

"Bisa gak sih lo gak ngeselin sehari aja, sampe bosen gue dari kecil sama lo mulu." Ungkap Leyna. 

"Yaudah sana, noh ada pintu kalau mau pergi." Jawab Axel dan berjalan kearah kamarnya, sebelum masuk kedalam Axel menyempatkan berbalik dan menjulurkan lidah kearah Leyna yang kesal. 

Setiap hari keduanya seperti itu, bahkan kekasih Axel selalu cemburu dengan Leyna yang jelas sahabat Axel sedari kecil. Berbeda dengan Axel yang mempunyai seorang kekasih Leyna sendiri memilih tidak terlibat hubungan dengan siapapun, menurutnya hanya membuang waktu. 

                                                     **** 

Hallo semua! 

Ini sequel dari How to Turn a Husband yaa!

Yang mau baca cerita ini wajib mampir ke How to Turn a Husband yah, hehe....