
"ibu jangan tingalkan arini buu!! dengan siapa nanti arini akan hidup bu.. arini sudah tidak punya siapa" lagi!! .Ujar Arini sambil menangisi jasad ibunya
Pelayat pun datang silih berganti ada yg membantu pemakaman ada yang membantu merangkai bungga dan ada yang membantu memasak untuk di suguhkan tamu.
"Arini seng sabar nduk! jangan tangisi ibumu ikhlaskan ibumu nduk. Ibumu sudah tenang disana. Kata Mbok yem tetangga arini
"Arini gak rela mbok ibu meningal dengan hal yang tidak wajar begini!!!! Arini akan cari tahu Mbok siapa yg berbuat seperti ini!.. Ujar arini sambil mengelap tetesan air mata yg jatuh di pipi manisnya..
Memang ibu arini meningal dengan keadaan tidak wajar sebagian wajahnya hancur dengan perut membuncit seperti sedang hamil 7 bulan di sertai warna unggu kehitaman melingkar di bagian pingang.
Banyak tetangga yg melayat menutup hidung mereka karna bau busuk yang di timbulkan dari kem*luan ibu arini yg terus mengalirkan darah kehitaman dan belatung kecil-kecil.
"Padahal meningalnya baru tadi malam kenapa sekarang sudah seperti itu?? Kata ana.
"Mungkin itu karma kan dulunya bu lika ini keturunan dukun ilmu hitam!. Ucap rohmah
"Hus jangan ungkit-ungkit masalalu seseorang itu kan dulu, Toh yg mempelajari sudah di hakimi warga bertahun-tahun lalu. Ujar mbok yem
"Orangnya sudah mati mbok tapi ilmunya kan bisa di turunkan siapa tau ini karma karna ibunya arini mempelajari dan menyalah gunakan ilmu hitamnya !. Ucap ana dengan pendiriannya memang ana terkenal karna mulutnya yg lemes julit dan suka bikin isu gak jelas.
"Wis sudah-sudah jangan membicarakan orang yang sudah meningal pamali tau kita doakan saja semoga arwahnya di terima Yang Maha Esa. Kamu itu an dari pada mulutmu yang bekerja lebih baik diam gantian tanganmu saja yang bekerja ini bunga pandan sama daun bidara kamu rangkai buat nanti pemakaman, kalau ghibah aja semangatnya mintak ampun Kata mbokyem yang menyudah i pembicaraan aib keluarga arini.
Selesai di mandikan jasad ibu arini langsung di kafani dengan keadan yg seadanya karna darah dan cairan hitam kental yang baunya menyengat amis bau membuat siapapun tak betah berlama-lama berada di dekatnya.
pemakaman telah selesai orang-orang pun satu persatu pulang karna hari sudah mulai petang. Kini tinggal arini seorang yang tinggal dalam rumah kecilnya, ia berberes membersihkan semuanya hingga ia kelelah an dan merebahkan diri di kamar.
"Bu ibu aku rindu ibu apakah ibu juga merindukanku bu? aku sangat kesepian di sini bu aku tinggal sendiri apalagi sekarang aku tak punya siapa" lagi untuk tempat berkeluh kesah. arini meratapi nasibnya yang malang.
Dari kecil tak pernah mendapatkan kebahagiaan lengkap ayahnya meningal karena kecelakaan tabrak lari. Keluarganya di kucilkan karna masalalu keluarga arini yg terkenal sebagai penganut ilmu hitam.
Perlahan-lahan tubuh arini ambruk ke kasur membawanya kealam mimpi, lelah karna seharian mengurus pemakaman dan syok karna meningalnya sang ibu.
Tak terasa mentari sudah menampakkan wujutnya ayam jantan berkokok sangat keras hingga membangunkan arini..
"Sudah pagi ternyata, sekarang aku mandi dulu kemudian aku akan membuat sarapan untuk aku dan ibu.
Selesai memasak arini belum sepenuhnya percaya kalau ibunya meninggal, ia lupa kalau sekarang dirinya hanya tinggal sebatang kara.
"Ibu makanan sudah siap ayo lekas makan bu.. ibu.. ayo makan...
krieeett.... kamar sang ibu di buka masih nampak kamar yang rapi selesai di bersih kan oleh mbok yem sisa2 kain kotor di cucikan mbok yem di bawa kesungai..
" Astaga.. ibu kenapa ibu meningalkan aku secepat ini bu.... Arini luruh air matanya jatuh kaki nya lemas tak kuat menopang berat tubuh arini..
wuussss..... tiba2 ada angin meniup tengkuk arini. Arini yang semula menangis di depan pintu kini mendongak melihat keadaan tak ada siapapun akhirnya ia kuatkan untuk berdiri membuka lemari sang ibu membersihkan baju-baju lama sang ibu..
Saat tengah membersihkan lemari sang ibu tiba-tiba
Brakkk......
"Suara apa itu..? Arini segera menoleh ke tempat sumber suara tadi ternyata tergeletak sebuah buku bersampul hitam bertali putih yang sangat lusuh.
" Buku apa ini..? Sejak kapan ibu mempunyai buku ini.. coba aku lihat apa isinya!!
saat arini ingin membuka buku tiba2 terdengar.. Gedebukkkk...
arini urung membuka buku tersebut ia tutup bukunya dan lekas di letakkan di atas almari. Penasaran dengab suara di luar tadi ia ingin mengecek suara apa tadi.. saat di lihat.
"Ya ampun mbok ngapain duduk di lantai duduk di kursi dalam sajak enak empuk.! kata arini
"Dasar bocak semprul, orang tua jatuh gak di tolongi malah di buat candaan, sudah bantu mbok berdiri ini pingang mbok sakit ya ampun boyokku..! kata mbok yem sambil memegang pingangnya.
" Ya maaf toh mbok arini gak tau tadi habis bersih" kamar ibu itu lo. Sini arini bantu berdiri mbok, sampean tuh ya hati" di sini itu licin!! Kata arini pada mbokyem
di dudukkan mbok yem pada kursi bambu yang sudah usang
"Haduhh... kamu bilangnya itu telat arini sudah kejadian baru bilang telat banget kamu itu.. Kata mbokyem sambil memijat-mijat pungungnya
"Ini sudah mbok yem cucikan baju-baju sama kain yang kotor, tinggal kamu jemur saja sudah bersih wangi mbok yem gitu loh yang nyuci. Ujar mbok yem sambil menepuk dada membangakan dirinya
" Iya mbok wes percaya mbok yem memang terbaik sedunia ntah apa mbok arini gak bisa membayar mbok untuk jasa mbok nyuci semua ini. Kata arini pada mbok yem
"Sudah nduk sudah jangan pikirkan angap saja mbok yem ingin membantu meringankan bebanmu. Semua sudah terjadi nduk gak usah di tangisi atau di sesali! jalani semua dengan ikhlas mungkin ini jalan terbaik buatmu sing sabar selagi mbok bisa bantu mintak pada mbok jangan sungkan-sungkan angap mbok ini adalah ibu mu. Ucap mbok yem sambil mengelus kepala arini kemudian berakhir dengan pelukan hangat mbok yem.
"Makasih ya mbok sudah mau membantu arini disaat yang lain pergi karna masalalu keluarga arini, hanya mbok yang datang mengangap arini seperti anak sendiri tak memperdulikan apa yang di katakan orang mbok yem selalu ada buat rini.
Isak tangis arini tak lagi dapat di bendung meratapi nasib malangnya sebagai anak yg tak mempunya siapa".
"Wis nduk jangan nanggis ikut mbok aja yuk buruh panen jagung itung-itung bisa buat tambah" beli beras kan lumayan! mau kamu rini?.. Tanya mbok yem pada arini
"Mau mbok arini mau gak ada yg bisa di gantungkan lagi mau gak mau arini harus bisa cari uang sendiri untuk biaya hidup arini. Kata arini yg penuh semangat..
kemudian datang suami mbokyem.
"Mbok kamu ini di cariin kok di sini ?? itu di kelurahan warga di suruh kumpul katanya ada penyuluhan bantuan dari pengusaha kaya yang di kota, katanya mau membina warga biar kualitas jagungnya bagus. Ayo cepet ke balai desa.! Ujar pak parman suami mbok yem
"Yasudah nduk kita ke balai desa yuk dari pada telat ayo lekas berangkat. Ajak mbok yem sambil melangkah pergi...
Sesampainya di balai desa arini melihat pemuda yang sekilas ia kenal..
***
Arini aku telah lama memperhatikanmu.!! aku menyukaiku maukah kau menjadi tambatan hatiku ibu dari anak- anakku?? ucap azam seraya berlutut di hadapan arini.
" ya mas aku mau aku juga telah lama mengagumimu.,! ucap arini dan kemudian ber akhir dengan pelukan pelepas rindu.