Padusi Minang

Padusi Minang

Deelove

5

Da!" panggil mama padaku, lalu aku pun menghampiri mama yang sedang duduk di meja makan.

Cerita mama dimeja makan padaku, kalau mama berencana akan mengajakku untuk pulang kampung ke Maninjau. Mendengar cerita mama barusan aku kegirangan, karena usia ku yang menginjak 21 tahun, belum sekalipun mama membawa ku pulang kampung. 

Seminggu terakhir ini mama banyak bercerita tentang silsilah keluarga mama kepadaku. Kata mama sambil menjelaskan padaku, aku sudah sepantasnya tahu tentang semua ini, karena aku sudah cukup dewasa untuk bisa mengerti. 

Aku dua bersaudara, adik ku perempuan berumur 21 tahun dan usiaku saat ini sudah menginjak 22 tahun. Jarak kami memang terpaut satu tahun saja, karena itu mama berharap agar aku harus tahu semua silsilah keluarga mama.

Mama terlahir dari suku Minangkabau, nenek ku yang sekarang tinggal bersama kami mempunyai dua orang anak, dan yang satu lagi lelaki. Dia adalah Abang kandung mama ku. Dia mempunyai tiga orang anak, dua lelaki dan satu perempuan. Sementara mana mempunyai dua anak perempuan, aku dan adikku.

Karena mama seorang single parents, jadi kami dirumah hanya berempat saja, aku, mama , nenek dan adik ku yang bernama Nova.

Keinginan mama untuk mengajak kami berkunjung ke kampung halaman nya akan terlaksana bulan depan. Aku pun mulai gak sabar ingin segera melihat kampung halaman nenek dan mamaku. Yang menurut cerita dari mama, bahwa kami masih memiliki sebuah rumah panggung disana. Rumah leluhur kami itu letak nya tepat berhadapan dengan danau Maninjau yang sangat indah dari cerita mama.

Mendengar cerita mama membuat rasa penasaran ku semakin jadi, dan aku pun mulai melakukan pencarian di Google. Akhirnya aku temukan foto danau Maninjau yang begitu indah. Keindahan nya sangat luar biasa. Sehingga membuat ku menjadi tidak sabar untuk menunggu bulan depan. 

Dari google aku mulai menemukan tempat-tempat wisata di seputaran kampung halaman mamaku. Dan ternyata Buya Hamka seorang tokoh nasional dan juga tokoh agama mempunyai rumah leluhurnya bahkan pesantren nya diseputaran danau Maninjau. Melihat informasi yang aku dapatkan dari google jadi membuat tekadku semakin kuat dan rasa penasaran ku semakin besar untuk segera berkunjung ke kampung halaman mama ku.

Keindahan danau Maninjau sangat lah luar biasa, dari foto-foto yang aku temukan di google. Dan ternyata di sana banyak sekali turis mancanegara yang berkunjung di Kampung halaman mamaku. Keindahan danau Maninjau menarik rasa penasaran mereka untuk berkunjung kesana. 

Aku jadi berkhayal, seandainya nanti sudah berada disana, aku akan kunjungi satu persatu tempat wisata yang ada di seputaran danau Maninjau, Dan aku juga ingin sekali mengunjungi tempat Buya Hamka. Belum lagi informasi yang aku dapat dari google juga, kalau di Maninjau itu banyak kuliner yang enak - enak dan juga ada belanja pekan yang berbeda -beda hari dan daerah nya. Pasar tradisional disana ternyata di bagi - bagi di setiap desanya.

Wah!, melihat foto - foto kuliner nya saja membuat perut ku jadi terasa lapar dan ingin mencicipi semua masakan yang ada di sana nantinya.

Tak pernah terpikirkan sebelumnya olehku, ternyata aku punya kampung halaman yang begitu indah, Dan juga sebuah rumah panggung ditepi danau Maninjau. Sebuah danau kaldera di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.