
Apa jadinya jika kamu tiba tiba saja terbangun di dunia novel yang kamu buat sendiri, bukan novel romantis dengan akhir yang bahagia, Tapi novel obsesi dengan akhir tragis. Mengerikan bukan?.
Yah sialnya aku terbagun di dalam novel yang aku ciptakan sendiri, tapi bukan itu saja. Yang paling sial adalah kenapa aku manjadi tokoh utama wanita yang akan menjalani nasib malang itu!! Ahh!!! Benar benar gila.
--------
"aku tidak peduli meski harus menyakiti semua rakyatmu, atau bahkan membunuh keluargamu. Aku bisa dan mampu memusnahkan kerajaanmu, kau yang memilih untuk menjadi pembangkang dan lari dariku. Maka kau harus menirima akibatnya, jika aku tidak bisa memiliki dirimu maka tak ku izinkan seorangpun memiliki dirimu. " kata pria itu lirih sembari berurai air mata melihat sang gadis yang sangat ia cintai mati di tangannya sendiri.
Tidurlah dengan damai putri Aurellia
End
------
Itu adalah sepenggal akhir novel yang aku tulis, sang pemeran utama wanita dibunuh oleh sang pemeran utama pria lebih tepatnya suaminya sendiri.
Mengerikan bukan?.
Bagaimana bisa aku menulis cerita novel dengan akhir yang tragis seperti itu, dan "apa ini? Kenapa aku terbangun di tempat ini? Tubuh siapa ini?" Banyak pertanyaan yang aku ingin ketahui.
Segera aku turun dari ranjang dan langsung berjalan ke arah cermin kulihat pantulan diriku dari atas sampai bawah dan dari bawah sampai atas.
"hah..!!! Apa apaan ini? Ini bukan diriku, kenapa wajahnya cantik sekali meskipun baru saja terbangun dari tidur? " batinku tak sadar bingung.
Tok... Tok... Tok...
Suara pintu membuat aku tersadar dari lamunanku, aku berbalik ingin membuka pintu tapi belum sempat aku melangkah pintu sudah terbuka dari arah luar menampilkan pria tampan dengan senyum menawan.
"bagaimana tidurmu tuan putri? " tanyanya ramah sembari mengelus rambutku.
Aku menatapnya bingung tak tau harus bagaimana tapi tiba tiba badanku bergetar dan aku mulai terisak memeluk pria itu sembari mengucapkan banyak banyak terima kasih, ntah kepada siapa dan untuk apa.
"apa aku kerasukan? Kenapa tiba tiba seperti ini" batinku bingung.
Tak berselang lama kepalaku berdenyut sakit, telingaku berdenging hingga sampai pandanganku memburam dan aku pingsan.
-----
"gelap, disini gelap. Dimana aku sekarang? Kenapa aku tak bisa melihat sesuatu? Apa aku buta? " batinku penuh keheranan.
Secercah cahaya muncul menampilkan sosok putri aurellia di depanku wajahnya menampilkan sebuah kesedihan tapi sorot matanya tajam menatapku sarat akan sebuah permusuhan.
"hei Alexa, kau pasti bingung bukan?. Perkenalkan aku Aurellia karakter yang kau buat dengan nasib yang tragis, aku menyeret jiwamu untuk merasakan bagaimana menjadi diriku. KAU KEJAM ALEXA BAGAIMANA BISA KAU MEMBUAT CERITA BEGITU MENYERAMKAN SAMPAI AKU KEHILANGAN SEGALANYA!!!. " katanya berseru sembari berteriak marah.
Aku melihat derai air matanya menetes tanpa henti, ntah apa yang kurasakan akupun ikut menangis dibuatnya.
"Lalu bagaimana dengan tubuhku yang asli?. " tanya alexa bingung.
"Kau tidak perlu khawatir aku yang akan menjaganya kau hanya perlu membuat kisah yang kau buat menjadi akhir yang bahagia. Ahh, dan jaga keluargaku baik baik. kalau tidak kau tidak akan pernah bisa terbangun lagi dengan tubuh aslimu." kata Aurellia mengancam sembari pergi dari hadapanku.
Seketika semuanya menjadi gelap kembali. samar samar aku bisa mendengarkan suara orang orang di sekelilingku, sedikit demi sedikit aku membuka mataku, kulihat sekeliling orang orang sedang menatapku cemas.