
SAVEA VEDHOTA~ adalah seorang gadis cantik berlekuk tubuh seksi, dan mempunyai wajah jutek sebagai ciri khasnya.
Saat ini gadis itu tengah sekolah di SMA TARUNA JAYA, tepatnya sih kelas 10.
Lagi lagi dirinya dan juga Vani Saputri~ sahabatnya itu selalu terlambat saat sampai disekolahannya. Jadi.. Mereka berdua terpaksa menaiki pagar tembok yang sudah menjadi tempat keluar masuknya itu.
"Heh Van, buruan naik anjir" tukasnya saat melihat temannya itu malah sibuk celingak celinguk tidak jelas.
"Vani! " tegur Savea.
Gadis yang ditegur itu mendongak, kemudian "Sav, gue tajut njir.. Ntar kaloa ketemu kak Arken gimana? "
"Ck! Makanya buruan naik beg0!! " kesal Savea "cepetan ish keburu si ketos sialan itu keliling" ucapnya pada Vani.
"Ih, gak ah Sav.. Lo aja yang duluan" ujar Vani
"Ck!! Penakut banget lo, yaudah sini pegangin nih kursi" suruhnya.
Vani yang mendengar perintah itu segera memegangi kaki kursi yang hendak dibuat panjatan oleh Savea.
"Sav, lo liat dulu aman ato engganya" cicit Vani.
Savea mengangguk paham. Kemudian gadis itu segera memanjat dan menelusuri area belakang mushola itu dengan cermat.
"Aman! " balas Savea. "Pegangin ya, dalam hitungan ke tiga gue bakalan loncat"
Vani mengerti.
"Satu.. "
"Dua.. "
"Tiga!!! " seru Savea dan melajukan aksinya untuk melompati pagar tembok itu.
BRAK! "Auws.. Ahh, encok nih pinggang gue" cicitnya saat tak sengaja terpeleset dan terjerumus ke bawah.
"Savvv, buruan bukain gerbang nyaa" teiak Vani dari luar tembok itu.
"BENTAR!! " Balas Savea.
Namun saat dirinya hendak berdiri, tiba tiba ada celetukan seperti ini.
"HEH LO!! "
Sontak gadis itu membelalakkan kedua matanya, kemudian meringis kecil saat mrndapati jika yang menegurnya barusan adalah ARKENZIO VALERO~ ketua osis yang super duper galak dan sangat ketat.
Savea tersenyum setengah dag dig dug, gadis itu segera berdiri dan melupakan sakit diarea pinggangnya itu. "E.. Hai kak" sapanya.
"Keliling lapangan basket 2 kali! " balas ketus Arken.
Savea terkejut. Biasanya dia hanya mendapat hukuman untuk membersihkan perpustakaan saja. Tapi kenapa tiba tiba Arken menyuruhnya untuk berkeliling lapangan basket?
"Whatt? Lo ngarang? " jawab Savea tak kalah sinis.
"Gak! Buruan kerjain, dan satu lagi. Ajak teman norak lo itu sekarang juga! " ucap Arken.
"Kak! " panggil Savea. "Lo gila ya? Gue? Keliling lapangan basket dua kali? Menurut lo gue mau? "
Mendengar itu, pemuda tampan dengan manik mata yang mempesona itu langsung mengernyitkan dahinya sendiri.
"Apa perlu gue beberin kesalahan lo barusan? " jawab Arken.
Tentu saja Savea mendelik kesal. Apa kata Arken? Beberin? Memangnya kesalahan Savea sebanyak itu?
"Ck! Cewe rusuh! Dengerin nih baik baik. Pertama.. Lo terlambat datang ke sekolah. " ucap lantang Arken.
"Pertama? Emang kesalahn gue ada berapa hah? " tukas Savea.
"Dengerin gue bilang!" Bentak Arken. "Kedua.. Lo makek Make up udah setebel waria." Tudingnya. "Dan yang terakhir.. Seragam lo itu terlalu ketat dan gak pernah rapi tau gak"
Dengan mata yang dikedip kedipkan, Savea langsung tersenyum sinis ke arah Arken. "Hehe.. Lagian ini trend kak, lo norak banget gatau jaman hits anak sekolahan"
"Lo yang norak, masih kecil juga dandanan udah kaya tante tante aja" balas Arken. "Buruan keliling lapangan. Sekaramg dan tanpa berontakan apapun"