
Manusia adalah kumpulan dari kenangan yang membuatnya sanggup bertahan hidup hingga hari ini. Aku selalu percaya itu. Apalagi ketika mengumpulkan cerita-cerita pendek lama yang bertebaran di sana-sini, aku jadi seperti melihat perjalananku dari masa ke masa. Menulis memang tidak sekadar untuk hiburan orang lain, tetapi anggap saja juga sebagai kitab dongeng pribadi kita. Tempat kita bisa menarik ulang memori yang tercipta di setiap persimpangan masa di belakang. Bisa jadi yang terbaca bukan sekadar apa yang ada dalam pikiran kita pada momentum itu, melainkan juga apa yang terjadi di sekitar kita. Karena setiap karya sejatinya adalah bagian dari perubahan-perubahan yang terjadi pada zamannya. Karena buku adalah kenang-kenangan sejarah yang paling autentik.
Cerita-cerita pendek ini aku tulis pada kurun 2004-2020, di sela aktivitas yang berganti. Mulai dari ketika masih jadi aktivis mahasiswa, menikah, bercerai, jatuh cinta, patah hati, kehilangan ibu, memulai hidup baru, sampai ketika mulai berkarier di industri penerbitan buku dan di antara waktu-waktu tunggu di bandara saat menunaikan hobi pelancongan. Aku juga sudah lupa setiap latar yang menjadi pemicunya. Mungkin tentang diriku sendiri, mungkin tentang orang lain, mungkin juga tentang setiap keriuhan sosial di sekitarku.
Menerbitkan buku ini tepat di usia empat puluh adalah juga upaya upaya perayaan kenangan, sebagai penerimaan seutuhnya atas setiap memori yang tercipta di hari-hariku sebelumnya, sebagai bagian dari sejarah diri. Bagian dari pembentuk aku yang sekarang. Begitu pula pasti denganmu, beserta semua-semua cerita yang memenuhi saku ingatanmu. Mungkin nanti ketika usiaku beranjak lima puluh aku akan menerbitkan kumpulan cerita pendek lainnya lagi, dengan latar diri dan latar sosial yang berbeda juga. Semoga kau masih bisa menjadi salah satu pembacanya.
Ada sekian nama yang tentunya membersamai prosesku selama ini. Nama-nama yang meskipun tidak akan kusebutkan satu-satu, namun tak lekang oleh waktu. Nama-nama yang jadi sumber inspirasi, yang rela meminjamkan koleksi kisah pribadinya, bahkan meminjamkan separuh hatinya yang terluka. Terima kasih untuk itu.
Selamat membaca, selamat merencanakan kisahmu sendiri setelahnya.
Bukuditeras, 8 Februari 2023
Apakah perasaanku saja, ataukah memang benar bahwa langit malam ini terlihat berbeda dibandingkan biasanya ...